Selasa, 09 April 2013

Kajian Kritis Artikel






Kajian Kritis Terhadap Artikel

OLEH

Nama                   : Irawan Galela
Nim                      : 2010 – 43 - 123
Prody                   : Pendidikan Fisika


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2012


















Artikel Fisika
Tentang
  Hukum I Termodinamika ”
OLEH
M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana

1.     Hukum pertama Termodinamika
        Pada prinsipnya , energy tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat mengubah dari satu bentuk ke bentuk energy yang lain. Contoh, perubahan bentuk energy adalah energy listrik diubah menjadi energy kalor, energy angin diubah menjadi energy mekanik, dan energy mekanik diubah menjadi kalor.
        Definisi energy dalam merupakan jumlah total semua energy molekul pada system. Energi dalam system akan naik jika usaha dilakukan padanya atau kalor ditambahkan pada system. Energi dalam akan menurun jika kalor keluar dari system atau usaha dilakukan oleh system pada yang lainnya. Perubahan energy dalam ( ∆U ) pada system yang tertutup akan sama dengan kalor yang ditambahkan ke system dikurangi usaha yang dilakukan oleh system. Secara matematis dapat ditulis :
∆U = Q – W
Keterangan :
Q   = Kalor yang diberikan
∆U = Perubahan energy dalam
W = Usaha yang dilakukan

        Tanda ( W ) merupakan usaha yang dilakukan oleh system, maka ( W ) bernilai negative dan U akan bertambah. Untuk Q bernilai positif jika kalor ditambahkan ke system dan jika kalor meninggalkan system, Q akan bernilai negative. Kalor ( Q ) dan usaha ( W ) menyatakan energy yang ditransfer kedalam atau keluar system, energy dalam ( U ) juga ikut bertambah. Berarti, Hukum 1 Termodinamika merupakan pernyataan hukum kekekalan energy.

2.     Inti dari Hukum 1 Termodinamika.      
 Inti dari Hukum 1 Termodinamika adalah energy bersifat kekal yang berbunyi :
“ Meskipun energy kalor telah berubah menjadi energy mekanik, usaha luar dan energy dalam jumlah seluruhnya adalah tetap yang dinyatakan dengan rumus :
∆Q = ∆U + ∆W

∆Q = Kalor yang diberi atau dilepas pada system joule
∆U = Perubahan energy dalam
∆W = Usaha luar yang dilakukan oleh gas joule
Catatan :
            *         ∆W bertanda positif → bila system melakukan kerja.
            *          ∆W bertanda negative → bila system menerima kerja.
            *         ∆Q bertanda positif → bila system menerima kalor.
            *         ∆Q bertanda negative → bila system melepas kalor.
Sistem adalah sejumlah gas yang terdapat dalam wadah tertutup.

3.     Penerapan Hukum 1 Termodinamika
ü  Pada proses Isotermis = Berlangsung pada suhu tetap
∆T = 0 → ∆U = 0
∆Q = ∆W
ü  Pada proses Isokhorik = Berlangsung pada volume tetap
∆V = 0 → ∆W = 0

∆Q = ∆U 
ü  Pada proses Isobarik = Berlangsung pada tekanan tetap
∆P = 0 → ∆W = P∆V = P(V₂ - V₁) dan berlaku  ∆U = Q + P(V₂ - V₁)
ü  Pada proses Adiabatik = Berlangsung tanpa ada perpindahan panas antara system lingkungan
∆Q = 0
∆U = - ∆W
1.     PENDAHULUAN

Tema yang digunakan oleh M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, dalam penulisan artikel sangat relevan atau berguna karena kebanyakan orang mengatakan bahwa termodinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang suhu. Tetapi kenyataannya tidak, karena dalam Termodinamika bukan hanya suhu saja yang dipelajari akan tetapi kalor atau panas pun dipelajari.

2.     RANGKUMAN

Dalam pemaparan gagasanya dalam artikel ini, saudara dan saudari M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, menggunakan Hukum I Termodinamika, sebagi topic dalam penulisan artikelnya. Yang dimana terdiri dari beberapa pokok bahasan yang mereka paparkan berdasarkan gagasannya diantaranya; Hukum I Termodinamika, Inti dari Hukum I Termodinamika, dan Penerapan Hukum I Termodinamika.

3.     KRITIK

Dapat dilihat bukti dari apa yang dipaparkan dari gagasan yang saudara dan saudari M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, mengenai Hukum I Temodinamika sudah benar sudah sesuai dengan apa yang saya pikirkan melalui apa yang saya pelajari, hanya saja data yang disajikan tidak akurat, sehingga terdapat penjelasan-penjelsan atau informasi-informasi yang seharusnya ada tidak dicantumkan (diabaikan), singga membuat saya sulit untuk memahami apa yang disajikan misalnya pada Penerapan Hukum I Termodinamika, yang mana proses-proses yang ada seperti; Proses Isotermis, Proses Isokhorik, Isobarik, dan Adiabatik.
Disini hendaknya penjelasan akan  keempat proses dari Penerapan Hukum I Termodinamika perlu diperjelas atau diperinci atau lebih diperakuratkan mengenai proses-proses itu, bukannya dipersingkat. Agar persamaan yang ditulis bisa dimegerti dan dipahami oleh pembaca. Karena apabila dipersingkat bukan hanya mempersulit pembaca dalam memahami tetapi juga bisa menghilangkan identitas dari proses itu, yang dimana merupakan Penerapan dari Hukum I Termodinamika. Karena suatu pernyataan atau konsep yang diberi sangat singkat dan tidak menyinggung dari persamaan yang ada maka dapat menimbulkan suatu miskonsepsi dari benak pembaca, dan itu terdapat pada artikel yang dibuat ini.
Dan juga, diagram dari keempat prose itu setidaknya dicantumkan jangan hanya persamaannya saja, karena pernyataan yang ada sudah terlalu singkat dan tidak akurat, jadi keberadaan suatu diagram dari keempat proses itu mungkin dapat membantu pembaca dalam memahami penerapan akan konsep dari Hukum I Termodinamika. Namun yang perlu ditekankan bahwa suatu konsep itu sangat penting untuk memperjelas persamaan-persamaan yang ada dan juga bentuk diagram dari keempat persamaan itu.

4.     SIMPULAN

Dengan adanya artikel ini, bisa membuktikan bahwa  termodinamika bukan saja membahas sekilas tentang suhu akan tetapi kalor atau panaspun dilibatkan. Oleh karena itu, dengan adanya artikel yang dipaparkan berdasarkan gagasan dari saudara dan saudari M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, dapat membuat pemahan terutama buat saya bahwa seprti apa itu termodinamika serta meyakinkan bahwa bukan hanya suhu saja yang dipelajari akan tetapi kalor atau panaspun dipelajari dalam termodinamika.

5.     REFERENSI :

Dalam memaparkan gagasannya mengenai Hukum I Termodinamika, saudara dan saudari M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, tidak menuliskan referensi yang mereka gunakan.


6.     BAHAN REFLEKSI

Artikel yang dipaparkan oleh saudara dan saudari M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, berdasarkan gagasan mereka sangat berbeda jauh dengan artikel yang ditulis oleh Purnomo Satria mengenai Hukum I Termodinamika. Dapat saya bandingkan bahwa artikel yang ditulis oleh M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana agak lebih baik dilihat dari segi  bahasa yang digunakan dan rumus yang dipaparkan, walaupun masih terdapat kekurangan sebagaimana yang ada pada kritikan diatas. Namun pada artikel yang ditulis oleh Purnomo Satrio, sangat tidak akurat karena hanya berupa bahasan dari Hukum I Termodinamika tetapi rumusan dari Hukum I Termodinamika tidak ada, ini yang menjadi tolak ukur bagi saya untuk membandingkan sehingga dapat saya katakana artikel yang diitulis oleh M. Fatih Bagus Nashri / Novianto Sukayana, cukup baik.





















“ SARAN MENGENAI ARTIKEL INI ”
Perlu diperhatikan tingkat ketelitian dalam penulisan artikel ini, terutama mengenai konsep dengan persamaan yang ada, karena suatu konsep haruslah jelas dan akurat agar persamaan yang dicantumkan bisa dimegerti dan dipahami, dengan adanya konsep-konsep yang menyinggung akan persamaan yang dicantumkan. Oleh karena itu, perlu suatu ketelitian dalam penulisan artikel. Karena suatu artikel yang baik adalah bukan hanya kata-katanya yang baik atau yang mudah dipahami dan dimegerti akan tetapi keterkaitan/saling mendukung antara konsep dan perumusan serta diagram, grafik, dan lain-lain sangat diperlukan, agar tidak terjadi suatu miskonsepsi. Dan juga data-data yang disajikan haruslah akurat dan benar terbukti tentang keberadaan dari data/konsep itu yang disajikan, agar tidak menimbulkan suatu miskonsepsi antara konsep dan perumusan.
Semoga kritikan dan saran saya dapat diterima dan dapat menunjang pembuatan artikel berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar